Satwa liar jenis burung disimpan dalam boks dan dimasukkan di dalam tumpukan rongsokan besi tua," kata Arnapi. Baca juga: Universitas Negeri Surabaya Tawarkan Pendidikan Gratis untuk Atlet yang Berjuang di Paralimpiade Tokyo. Satwa burung dilindungi yang diselundupkan yakni cucak hijau sebanyak 108 ekor, dan murai sebanyak 24 ekor.
DiIndonesia dapat ditemukan di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Burung pelatuk ini hidup berdampingan dengan Indonesia di Brunei Darussalam, Kamboja, Cina, India, Korea, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Burung Puyuh Beserta Gambar dan Penjelasan.
bJOukc. NilaiJawabanSoal/Petunjuk DEDERUK Nama burung, bisa juga disebut tekukur ULIN Pohon kayu besi; bulian LAMBAT Ayam… bebek… burung… angsa… Hewan-hewan itu disebut CULIK CULIK-CULIK Burung yang keluar malam hari, disebut juga burung kulik, Chalcococyx honorata BULBUL Nama burung yang berkicau di malam hari, bisa disebut merbah atau cucak-cucakan MERBAU Nama pohon penghasil kayu keras berkualitas tinggi, di Maluku dan Papua kayu ini disebut kayu besi CIAP Bunyi anak ayam dsb; seciap bak ayam, sedencing bak besi, pb seia sekata; - miap berbagai-bagai bunyi sebagai bunyi anak ayam anak burung dsb; CABAI ...kecil- kecil dan pedas rasanya disebut juga lada burung, lada cili, Capsicum frustescens; kecil-kecil - rawit, pb walaupun kecil tapi cerdik pembe... RANTAI Tali Dari Cincin Besi Yang Berkaitan KUKILA Burung PAKSI Burung; poros pada mesin bubut SELANCAK Burung ELANG Jenis burung buas SENTALI Burung; Megalaima haemacephala IRON Besi Inggris AVES Burung/unggas KACA Lempengan besi SENG Lempengan besi BEAM Lempengan besi NURI Nama Burung Hias Berparuh Bengkok BETET Nama Burung Hias Berparuh Bengkok BELIBIS Burung liar seperti itik; Dendrocygna javanica BARBEL Alat Olah Raga Angkat Besi PLAT Lempengan Besi ALIAS Disebut Juga Atau Sama Dengan
Suara Murai Air – Burung murai air atau disebut juga dengan burung sibia ekor panjang, burung murai besi, murai laut, atau murai air mancur adalah salah satu burung kicau yang banyak oleh para kicau mania khususnya untuk burung masteran. Dinamakan burung murai air karena saat burung ini berkicau di alam liar maka dari kicauan-kicaunya tersebut terdengar seperti suara air yang mengalir. Daerah persebaran burung murai air ini cukup luas khususnya di Asia seperti Malaysia, China, Nepal, Thailand, Vietnam, dan Laos. Khususnya di Indonesia lebih banyak ditemukan di daerah hutan Sumatera. Burung murai air ini secara fisik mirip sekali dengan burung murai batu hanya saja warna badan warna bulu di sekujur tubuhnya cenderung berwarna abu-abu dan hitam. Makanan burung murai air pun sama seperti burung murai batu yaitu burung ini termasuk pemakan serangga seperti ulat, cacing, jangkrik, kumbang, dan hewan kecil lainnya. Walaupun secara fisik dan makanan burung murai air ini mirip sekali dengan burung murai batu tetapi kemampuan berkicau dan variasi berkicaunya tidak seperti murai batu. Suara burung murai air cenderung monoton dengan tembakan-tembakan yang cepat. Walaupun demikian murai air ini sangat cocok sekali jika digunakan untuk melatih atau memaster burung lain seperti murai batu, cucak ijo, kacer, ciblek, lovebird, dan burung kicau lainnya. Ini dikarenakan suara murai air memiliki tembakan-tembakan yang dahsyat dan keras sehingga jika digunakan sebagai suara masteran bisa menambah gacor burung yang di master dan mengisi tembakan-tembakan burung agar memiliki suara yang rapat. Foto Bagi teman-teman yang tidak memiliki burung murai air tidak usah takut, karena selain dengan memelihara burung murai air secara langsung kita juga bisa memaster dengan menggunakan suara MP3 murai air. Suara burung murai air suara tajam rapat Download Suara murai air suara lebih lambat jernih Download Burung murai air ini juga digadang-gadang menjadi alternatif burung masteran terbaik untuk murai batu seperti burung cililin. Karena burung murai air jika dinilai dari harga relatif lebih rendah dibanding burung cililin, sehingga burung murai air bisa menggantikan burung cililin untuk memaster burung murai batu dengan harga yang lebih rendah dan kualitas yang tidak kalah dari burung cililin.
Pesawat Walraven-2 pesanan Khouw Ke Hien; dibuat oleh Laurents Walraven, MP Pattist, dan Achmad bin Talim. Foto Tropenmuseum of the Royal Tropical Institute. SEBAGAI pewaris NV Merbaboe, perusahaan pemotongan sapi, Khouw Ke Hien ingin mengembangkan usahanya. Dia merasa transportasi darat dan laut kurang efisien. Di sisi lain, dia butuh mengunjungi dan mengawasi cabang-cabang perusahaan di sejumlah kota dalam waktu singkat. Setelah putar otak, dia memutuskan harus punya pesawat sendiri. Pada Maret 1934, dia menghubungi Achmad bin Talim, teknisi pesawat dari Luchtvaart Afdelling, unit Militaire Luchtvaart Dients. Dia pesan pesawat. Kriterianya lumayan berat. Pesawat itu harus mampu terbang jarak jauh dengan kargo seberat 130 kilogram plus dua penumpang. Ia juga mesti bermesin ganda sehingga bisa tetap terbang bila satu mesin mati. Talim mendiskusikan pesanan tersebut dengan kawan-kawannya. Termasuk dengan Laurents Walraven, desainer teknik di Militaire Luchtvaart-Koninklijke Nederlandsch Indische Leger, yang juga punya design workshop sendiri. Keputusannya mereka terima pesanan itu. Walraven dan Kapten MP Pattist membuat cetak-biru dan desainnya, sementara Talim dan kawan-kawan lainnya yang mengerjakannya. Walraven mendesain pesawat itu dengan performa apik, yang dia namakan Walraven-2. Dua mesin Pobjoy ada yang menulis Pobyo Niagara 7 silinder berkekuatan masing-masing 90 tenaga kuda terpasang di kedua sayap. Menurut artikel “Built in the Dutch East Indies” dalam majalah Flight, 28 Februari 1935, dengan mesin itu “pesawat didesain untuk penerbangan jarak jauh –berkisar mil di udara.” Aerodinamika mendapat perhatian penting. Walraven-2 berbeda dari kebanyakan pesawat kala itu yang desainnya belum compact dan rendah nilai estetis. Selain bodi ramping, Walraven-2 bersayap tunggal dan rendah –kala itu umumnya pesawat yang ada bersayap ganda dan letak sayapnya tinggi; mesinnya kebanyakan tunggal. Walraven-2 juga dilengkapi cowl penutup mesin dan roda dengan bentuk aerodinamis. “Memang baru pertama kali itulah saya membuat penutup mesin bulat begitu,” kenang Talim, sebagaimana ditulis Cartono Soejatman dan Duni Sudibyo, “Made In Bandung Menggegerkan Eropa”, dimuat dalam Kisah Hebat di Udara I. Talim dan kawan-kawannya mengerjakan pembangunan Walraven-2 di bengkelnya, Jalan Pasir Kaliki Bandung saban sore sepulang kerja lantaran pesawat tersebut merupakan proyek sampingan. Setelah selesai, giliran Walraven dan Pattist melengkapi pesawat itu dengan komponen-komponen seperti roda pendarat, pipa besi, kabel, dan sebagainya. “Akhirnya pesawat dapat diselesaikan dan kemudian dilakukan uji terbang oleh pilot Belanda, Kapten C Terluin,” tulis majalah milik TNI AU, Suara Angkasa, Januari 2012. Walraven-2 rampung pada akhir 1934 dan menjalani uji terbang perdana pada 4 Januari 1935. Letnan Cornelis Terluin, yang dipercaya mempiloti, mengatakan dalam evaluasinya bahwa hasil uji baik semua. Di pengujung bulan, Walraven-2 mendapatkan registrasi penerbangan PK-KKH. Hien, yang menyukai dunia penerbangan, senang bukan kepalang. “Dia peranakan pertama yang mendapat diploma pilot dari Depertemen Penerbangan Hindia Belanda,” tulis Sam Setyautama dalam Tokoh-tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia. Rencana gila langsung dibuat Hien terbang ke Eropa Amsterdam dan London. Banyak orang tak percaya. Walraven-2 belum pernah uji terbang jarak jauh. Tapi Hien bergeming. Pada September 1935, Walraven-2 lepas landas dari Bandara Andir –sekarang Husein Sastranegara. Hien dan Terluin yang memilotinya. Sekira 20 hari kemudian, Walraven-2 mendarat mulus di Bandara Schipol, Amsterdam. Direktur Maskapai Penerbangan Belanda KLM Plesman dan Laurents Walraven, yang sudah terbang lebih dulu, ikut menyambut. Plesman sangat tertarik untuk mengoperasikan Walraven-2 ke dalam armada KLM. Dia meminta Walraven memproduksinya dalam jumlah banyak –dengan penambahan kapasitas angkut dan beberapa modifikasi– untuk dijadikan taksi udara. “Pesawat ini adalah mesin yang sangat menarik, dan, jika diproduksi banyak, akan cocok bukan hanya untuk kepentingan pribadi tapi juga untuk tujuan bisnis,” tulis majalah Flight. Namun, rencana produksi massal –yang rencananya akan dibuat perusahaan patungan antara Hien dan Walraven– tak pernah terlaksana akibat kematian Hien dalam kecelakaan pesawat pada 1938. NV Merbaboe kemudian diteruskan adiknya, Khouw Keng Nio, yang juga mengantongi izin pilot.